1. Logika
Logika
merupakan dasar dari semua penalaran (reasoning).
Penalaran
didasarkan pada hubungan antara pernyataan (statements).
2. Proposisi
Pernyataan atau kalimat deklaratif yang
bernilai
benar (true) atau salah (false), tetapi
tidak
keduanya.
Contoh
Proposisi :
- 6 adalah bilangan genap
- Ibu kota provinsi jawa barat adalah Semarang
- Kemarin hari hujan
- 2 + 2 = 4
- Jam berapa Kereta tiba ?
- Tolong ambilkan buku tulis itu !
- X + 3 = 8
- X ≥ 3
Mengkombinasikan
Proposisi
Operator Logika
untuk menkombinasikan proposisi yaitu dan (and), atau
(or) dan tidak (not).
Proposisi yang
terbentuk dari pengkombinasian beberapa proposisi atomik disebut proposisi
majemuk
Proposisi
Majemuk ada tiga macam:
Konjungsi
Definisi 1 :
Misalkan p dan
q adalah proposisi.Konjungsi p dan q dinyatakan dengan notasi p Λ q, adalah
proposisi p dan q.
Contoh :
p : Hari ini
hujan F
q : Hari ini
dingin T
p Λ q : Hari ini
hujan dan hari ini dingin / hari ini hujan dan dingin
Definisi 2:
Konjungsi p Λ q bernilai
benar jika p dan q keduanya benar, selain itu nilainya salah.
Disjungsi
Definisi 3 :
Disjungsi p dan q dinyatakan dengan notasi p
v q, adalah proposisi p atau q
Contoh :
p : ibu pergi ke pasar T
q : ibu belanja sayuran F
p v q : ibu pergi ke pasar atau belanja
sayuran
Definisi 4 :
Disjungsi p v q
bernilai salah jika p dan q keduanya bernilai salah,selain itu nilainya benar.
Ingkaran (Negasi)
Definisi 5 :
Ingkaran dari
p, dinyatakan dengan notasi ~p, adalah proposisi tidak p
Contoh :
p : pemuda itu
tinggi
~p : tidak benar
pemuda itu tinggi / pemuda
itu tidak tinggi.
Definisi 6 :
Ingkaran p
bernilai benar jika p salah, sebaliknya bernilai salah jika p benar.






